Kembalinya D. Effendi: Dua Musim Menunggu, Kini Menjadi Bintang Indonesia Saat Menghancurkan Pakistan
Setelah dua musim terbuang tanpa kesempatan masuk ke dalam skuad Tim Nasional Indonesia, D. Effendi akhirnya kembali mengenakan seragam Merah Putih. Dan dalam laga keduanya di Kualifikasi Asia melawan Pakistan, sang pemain membuktikan bahwa masa penantian panjang tersebut tidak mengurangi kualitasnya.
Indonesia tampil luar biasa dan menghancurkan Pakistan dengan skor telak 127-77. Namun, di balik kemenangan besar tersebut, perhatian tertuju kepada D. Effendi, pemain yang kembali mendapat kepercayaan setelah dua musim berada di luar skuad tim nasional.
Effendi tampil selama 37 menit dan menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan 25 poin. Ia mencatatkan 9 tembakan masuk dari 16 percobaan, termasuk 3 dari 8 tembakan tiga angka, serta sempurna dari garis lemparan bebas dengan 4 dari 4 percobaan. Penampilannya semakin lengkap dengan 7 rebound, 3 assist, dan kontribusi pertahanan yang solid.
Yang paling mencolok adalah angka +43 saat Effendi berada di lapangan. Statistik tersebut menggambarkan betapa dominannya Indonesia ketika sang pemain terlibat dalam permainan.
Kembalinya Effendi juga terasa penting karena Indonesia langsung menguasai pertandingan sejak awal. Tim Merah Putih membuka laga dengan kemenangan kuarter pertama 31-10, sebuah awal yang praktis langsung mematahkan perlawanan Pakistan. Indonesia kemudian melanjutkan dominasi pada kuarter kedua dengan skor 31-28 untuk menutup paruh pertama dengan keunggulan 62-38.
Tidak ada tanda-tanda Indonesia mengendur setelah jeda. Indonesia kembali memenangkan kuarter ketiga 26-19, sebelum menutup pertandingan dengan ledakan 39 poin pada kuarter terakhir. Skor akhir 127-77 menjadi bukti superioritas Indonesia di hampir seluruh aspek permainan.
Secara taktik, Indonesia menggunakan strategi ofensif Motion dengan pertahanan 3-2 Zone. Strategi tersebut berjalan sangat efektif. Indonesia unggul di setiap posisi berdasarkan matchup ratings, dengan dominasi paling besar terlihat di posisi point guard dan shooting guard.
Indonesia mencatat persentase field goal 55,4 persen, memasukkan 12 dari 30 tembakan tiga angka, serta hampir sempurna dari garis free throw dengan 23 dari 24 tembakan masuk. Tim juga mendominasi rebound, 51 berbanding 31, serta mencatatkan 31 assist.
Effendi memang menjadi sorotan utama, tetapi kemenangan ini adalah hasil permainan kolektif. R. Purnawan menambahkan 22 poin dan 12 assist, sementara J. Widianto tampil impresif dengan 20 poin. Dari bangku cadangan, J. Suroso menyumbang 16 poin hanya dalam 11 menit, sedangkan S. Nurchaedi mencetak 14 poin.
Menariknya, kedua tim bermain dengan tingkat usaha yang sama-sama Take it Easy. Indonesia tetap mampu menciptakan selisih 50 poin, menunjukkan besarnya perbedaan kualitas permainan pada pertandingan ini.
Bagi D. Effendi, laga melawan Pakistan lebih dari sekadar pertandingan biasa. Setelah dua musim tidak masuk skuad tim nasional, ia akhirnya mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan itu tidak disia-siakan.
Dengan 25 poin dan penampilan dominan dalam kemenangan besar Indonesia, D. Effendi mengirimkan pesan yang jelas: ia telah kembali, dan ia siap kembali menjadi bagian penting perjalanan Tim Nasional Indonesia.
Kemenangan 127-77 atas Pakistan pun menjadi sebuah malam yang istimewa bagi Indonesia—dan mungkin lebih istimewa lagi bagi D. Effendi, yang akhirnya kembali menemukan tempatnya di panggung Tim Nasional.