BuzzerBeater Forums

BB Indonesia > PERSIAPAN TIM NASIONAL INDONESIA – PIALA ASIA MUSIM KE-73

PERSIAPAN TIM NASIONAL INDONESIA – PIALA ASIA MUSIM KE-73

Set priority
Show messages by
This Post:
00
332872.3 in reply to 332872.2
Date: 8/14/2026 12:44:12 PM
Metro Prodigy
II.2
Overall Posts Rated:
7373
Second Team:
Boger United BC
Hello everyone,

Allow me to introduce myself. I am Ra-Kuti, the new manager of the Indonesia National Team.

I am honored to have the opportunity to manage the National Team and lead Indonesia into its next challenge, particularly the preparation for the Asian Cup Season 73.

From this point forward, our main focus will be building a competitive, consistent, and well-prepared squad for the qualifying matches. This process cannot depend on the National Team manager alone. It also requires support and cooperation from club managers who develop and manage Indonesia's talented players.

National Team Preparation

We will continuously scout and evaluate Indonesian players from different clubs. Our evaluation will not be based solely on player ability or rating, but will also consider skill development, experience, stamina, performance, and game shape.

Our goal is to build a squad consisting not only of talented players, but players who are also in good condition and ready to perform when called upon.

Player Selection

During the initial stage, several players will be placed on the National Team radar as candidates. Being on the radar does not mean that a player is guaranteed to be selected. It simply means that the player is currently being considered for the squad.

As the scouting process continues, the list of candidates may change. Players showing positive development, as well as new players who meet our requirements, may also enter consideration.

We will also try to communicate with club managers regarding players who become National Team candidates. We fully understand that every manager has their own objectives, strategies, and team requirements.

Therefore, we do not want the National Team process to become a burden for clubs. Instead, we hope to establish good communication so that club and National Team interests can work together.

Our goal is simple: to prepare the best Indonesian players in the best possible condition for the Asian Cup Season 73.

I am open to feedback, discussion, and cooperation from all Indonesian managers.

Let's work together to build a competitive and proud Indonesia National Team.

For Indonesia!

Ra-Kuti
Manager of the Indonesia National Team

Last edited by Rå–Kütí at 8/14/2026 12:45:25 PM

This Post:
00
332872.4 in reply to 332872.3
Date: 8/14/2026 12:44:49 PM
Metro Prodigy
II.2
Overall Posts Rated:
7373
Second Team:
Boger United BC
INDONESIA NATIONAL TEAM – SCOUTING & PLAYER SELECTION

Following the information regarding our preparation for the Asian Cup Season 73, I would like to explain a little more about the scouting and player selection process.

The National Team will continuously monitor Indonesian players from different clubs. At the initial stage, we already have a number of players on our radar based on their abilities and potential.

However, being on the radar does not automatically mean receiving a call-up. The final squad will be determined based on positional needs, team composition, player development, and the player's condition leading up to the matches.

One of the factors we will pay attention to is game shape. Players with good game shape will be better prepared when they are needed by the National Team. Therefore, we hope that club managers who have National Team candidates can help maintain their players' game shape, preferably above 7 whenever possible.

We fully understand that club requirements remain the priority of every manager. We do not intend to dictate how clubs should use their players. Decisions regarding training, matches, stamina, and game shape remain entirely with the club manager.

What we are asking for is cooperation.

If a manager is willing to help maintain the condition of a National Team candidate for the benefit of Indonesia, we will greatly appreciate the support. On the other hand, if a manager needs to prioritize their club's requirements, we completely understand and respect that decision.

If a player's condition does not allow us to select him, the National Team will look for other alternatives.

I believe a strong National Team requires strong clubs. Good communication between the National Team manager and club managers will therefore be an important part of our preparation.

I also welcome recommendations from managers regarding Indonesian players who deserve National Team attention. If you know a player who is developing rapidly or has potential that we may not have noticed yet, please let us know.

The process is still long. The candidate list may change until closer to the matches, and every Indonesian player still has an opportunity to enter consideration.

Hopefully, we can work together to build the best possible squad and represent Indonesia in the Asian Cup Season 73.

One Team, One Indonesia!

Ra-Kuti
Manager of the Indonesia National Team

This Post:
00
332872.5 in reply to 332872.4
Date: 8/18/2026 9:52:37 AM
Metro Prodigy
II.2
Overall Posts Rated:
7373
Second Team:
Boger United BC
Week 1- GameShape Note :

1 Ronald Pangkali Purnawan 2
2 Yahya Polii 0
3 Panji Ramadhan 0
4 Zulfikar Batola 2
5 Jendri Widianto 2
6 Steven Nurchaedi -1
7 Dalam Effendi 2
8 Gagan Rasyid -2
9 Sigit Hasyim -2
10 Steve Anderson 2
11 Dewa Guritno -2
12 Akhyar Darusalam 2
13 Samsul Febiansyah -2
14 Masita bin Anwar 0
15 Ansar Mauro 2
16 Jamal Suroso 0
17 Boaz Anderi 0
18 Mario Nusantara 0
19 Decky Niode 0
20 Christiawan Christanda 2
21 Darius Ariono -1
22 Maxie Rungkat 2
23 Engkus Kirono 0
24 Surya Budiarso 0
25 Saktiawan Bakti Efriandi 2
26 Bazil Parmin 2

This Post:
22
332872.6 in reply to 332872.5
Date: 8/18/2026 9:58:49 AM
Metro Prodigy
II.2
Overall Posts Rated:
7373
Second Team:
Boger United BC
Indonesia Tampil Perkasa, Kalahkan Lubnan 128-107 di Laga Perdana Kualifikasi Piala Dunia Basket

Indonesia mengawali perjalanan di kualifikasi Piala Dunia Basket dengan kemenangan meyakinkan atas Lubnan. Bermain dalam pertandingan pertama, Indonesia menundukkan tuan rumah dengan skor 128-107 setelah tampil semakin dominan dari kuarter ke kuarter.

Pertandingan berlangsung ketat pada kuarter pertama. Kedua tim sama-sama mencetak 24 poin sehingga skor bertahan 24-24. Namun, Indonesia mulai menemukan ritmenya pada kuarter kedua dan mencetak 29 poin, sementara Lubnan hanya mampu menambah 25 poin. Indonesia menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 53-49.

Momentum Indonesia semakin kuat setelah turun minum. Pada kuarter ketiga, Indonesia mencetak 34 poin dan memperlebar keunggulan menjadi 87-77. Dominasi tersebut berlanjut pada kuarter terakhir. Indonesia kembali tampil produktif dengan tambahan 41 poin, sedangkan Lubnan hanya mampu mencetak 30 poin. Indonesia akhirnya memastikan kemenangan dengan margin 21 poin.

Dari sisi strategi, Indonesia mengandalkan Inside Isolation dalam menyerang dan pertahanan 3-2 Zone. Sebaliknya, Lubnan menggunakan Low Post sebagai strategi ofensif dengan pertahanan Man to Man. Menariknya, Indonesia berhasil mengendalikan pertandingan meskipun bermain dengan pendekatan Take it Easy, sementara Lubnan justru memberikan usaha lebih besar dalam pertandingan.

Keunggulan Indonesia terlihat jelas dari efektivitas serangan. Tim Merah Putih mencatat 52 dari 95 tembakan field goal (54,7%), memasukkan 7 dari 20 percobaan tiga angka (35%) dan tampil sangat efisien dari garis free throw dengan 17 dari 18 percobaan (94,4%).

Indonesia juga unggul dalam distribusi bola dengan 26 assist, hanya melakukan 5 turnover, serta mengamankan 38 rebound. Kombinasi efisiensi serangan dan minimnya kesalahan menjadi salah satu kunci kemenangan.

Di sektor individu, R. Purnawan menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan 28 poin dari 39 menit bermain. Ia juga mencatat 12 dari 23 field goal. D. Effendi menambahkan 19 poin, sementara P. Ramadhan mencetak 17 poin.

Kontribusi Z. Batola juga sangat penting. Pemain posisi power forward tersebut tampil selama 41 menit dan mencetak 30 poin, sekaligus menjadi pemain dengan rating pertandingan tertinggi Indonesia, yaitu 19,0 bersama R. Purnawan dan D. Effendi. Sementara itu, M. Rungkat tampil efektif dalam 10 menit dengan 14 poin dan rating 22,5.

Di sisi lain, R. Jupin menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga keseimbangan permainan. Ia mencatat 12 rebound, 4 offensive rebound, serta memberikan kontribusi besar dalam kemenangan Indonesia dengan +20 saat berada di lapangan.

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kedalaman skuad dan kemampuan menyerang yang sangat baik. Setelah sempat bermain seimbang pada kuarter pertama, Indonesia mampu meningkatkan intensitas permainan dan mencetak lebih dari 30 poin pada dua kuarter terakhir.

Dengan kemenangan 128-107, Indonesia mengawali kualifikasi Piala Dunia Basket dengan modal positif. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi, terutama dalam menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas dan karakter permainan berbeda. Jika efisiensi serangan serta disiplin pertahanan seperti pada laga ini dapat dipertahankan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perjalanan menuju Piala Dunia.

This Post:
00
332872.7 in reply to 332872.6
Date: 8/23/2026 8:58:54 PM
Metro Prodigy
II.2
Overall Posts Rated:
7373
Second Team:
Boger United BC
Week 2- GameShape Note :

1 Ronald Pangkali Purnawan 2
2 Yahya Polii 0
3 Panji Ramadhan 1
4 Zulfikar Batola 1
5 Jendri Widianto 2
6 Steven Nurchaedi 1
7 Dalam Effendi 2
8 Gagan Rasyid -3
9 Sigit Hasyim -1
10 Steve Anderson 2
11 Dewa Guritno 1
12 Akhyar Darusalam 2
13 Samsul Febiansyah 0
14 Masita bin Anwar 0
15 Ansar Mauro 1
16 Jamal Suroso 1
17 Boaz Anderi 0
18 Mario Nusantara 2
19 Decky Niode 1
20 Christiawan Christanda 1
21 Darius Ariono -1
22 Maxie Rungkat 2
23 Engkus Kirono 0
24 Surya Budiarso 0
25 Saktiawan Bakti Efriandi 0
26 Bazil Parmin 2

This Post:
11
332872.8 in reply to 332872.7
Date: 8/24/2026 8:30:08 AM
Metro Prodigy
II.2
Overall Posts Rated:
7373
Second Team:
Boger United BC
Kembalinya D. Effendi: Dua Musim Menunggu, Kini Menjadi Bintang Indonesia Saat Menghancurkan Pakistan

Setelah dua musim terbuang tanpa kesempatan masuk ke dalam skuad Tim Nasional Indonesia, D. Effendi akhirnya kembali mengenakan seragam Merah Putih. Dan dalam laga keduanya di Kualifikasi Asia melawan Pakistan, sang pemain membuktikan bahwa masa penantian panjang tersebut tidak mengurangi kualitasnya.

Indonesia tampil luar biasa dan menghancurkan Pakistan dengan skor telak 127-77. Namun, di balik kemenangan besar tersebut, perhatian tertuju kepada D. Effendi, pemain yang kembali mendapat kepercayaan setelah dua musim berada di luar skuad tim nasional.

Effendi tampil selama 37 menit dan menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan 25 poin. Ia mencatatkan 9 tembakan masuk dari 16 percobaan, termasuk 3 dari 8 tembakan tiga angka, serta sempurna dari garis lemparan bebas dengan 4 dari 4 percobaan. Penampilannya semakin lengkap dengan 7 rebound, 3 assist, dan kontribusi pertahanan yang solid.

Yang paling mencolok adalah angka +43 saat Effendi berada di lapangan. Statistik tersebut menggambarkan betapa dominannya Indonesia ketika sang pemain terlibat dalam permainan.

Kembalinya Effendi juga terasa penting karena Indonesia langsung menguasai pertandingan sejak awal. Tim Merah Putih membuka laga dengan kemenangan kuarter pertama 31-10, sebuah awal yang praktis langsung mematahkan perlawanan Pakistan. Indonesia kemudian melanjutkan dominasi pada kuarter kedua dengan skor 31-28 untuk menutup paruh pertama dengan keunggulan 62-38.

Tidak ada tanda-tanda Indonesia mengendur setelah jeda. Indonesia kembali memenangkan kuarter ketiga 26-19, sebelum menutup pertandingan dengan ledakan 39 poin pada kuarter terakhir. Skor akhir 127-77 menjadi bukti superioritas Indonesia di hampir seluruh aspek permainan.

Secara taktik, Indonesia menggunakan strategi ofensif Motion dengan pertahanan 3-2 Zone. Strategi tersebut berjalan sangat efektif. Indonesia unggul di setiap posisi berdasarkan matchup ratings, dengan dominasi paling besar terlihat di posisi point guard dan shooting guard.

Indonesia mencatat persentase field goal 55,4 persen, memasukkan 12 dari 30 tembakan tiga angka, serta hampir sempurna dari garis free throw dengan 23 dari 24 tembakan masuk. Tim juga mendominasi rebound, 51 berbanding 31, serta mencatatkan 31 assist.

Effendi memang menjadi sorotan utama, tetapi kemenangan ini adalah hasil permainan kolektif. R. Purnawan menambahkan 22 poin dan 12 assist, sementara J. Widianto tampil impresif dengan 20 poin. Dari bangku cadangan, J. Suroso menyumbang 16 poin hanya dalam 11 menit, sedangkan S. Nurchaedi mencetak 14 poin.

Menariknya, kedua tim bermain dengan tingkat usaha yang sama-sama Take it Easy. Indonesia tetap mampu menciptakan selisih 50 poin, menunjukkan besarnya perbedaan kualitas permainan pada pertandingan ini.

Bagi D. Effendi, laga melawan Pakistan lebih dari sekadar pertandingan biasa. Setelah dua musim tidak masuk skuad tim nasional, ia akhirnya mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan itu tidak disia-siakan.

Dengan 25 poin dan penampilan dominan dalam kemenangan besar Indonesia, D. Effendi mengirimkan pesan yang jelas: ia telah kembali, dan ia siap kembali menjadi bagian penting perjalanan Tim Nasional Indonesia.

Kemenangan 127-77 atas Pakistan pun menjadi sebuah malam yang istimewa bagi Indonesia—dan mungkin lebih istimewa lagi bagi D. Effendi, yang akhirnya kembali menemukan tempatnya di panggung Tim Nasional.